Wednesday, December 06, 2006
terinspirasi dari 'mengantar bunda' karya Yohannes Sugianto
mengantar bunda
oleh : yohannes sugianto

mengantar bunda saat senja tiba
aku sendiri di mobil tua
bunda masuk ke rumah mewah
'sebentar saja, besok kamu kan ulangan'
begitu katanya sebelum melenggang
sedang apa di dalam sana, entahlah

aku selalu teringat
begitu bunda keluar rumah itu
wajahnya pucat tapi ada senyum untukku
dan tak lupa dia mengusap kepalaku

aku selalu teringat
bunda mengajakku belanja lima bungkus nasi
goreng ayam rempela
tak lupa rokok buat ayah
yang menganggur sekian lama

aku selalu teringat
ayah diam saja saat bunda tiba
matanya basah entah kenapa
dihisapnya rokok tanpa kata

'pelacur bisiknya'

--------------------------------------------------

kucari maaf Tuhan
[versi satu, terinspirasi dari mengantar bunda]

aku selalu teringat
ayah tak sadar aku dengar bisiknya

pelacur.
dan aku mengerti
arti senyum dan wajah pucat bunda
saat keluar dari rumahrumah mewah
juga belai lembut usap bunda

aku juga ingat
paras ayah saat terdiam tanpa kata
dihisapnya kuat kuat rokok kretek yang tinggal setengah
ia mungkin lupa rokok di mulutnya hasil dari pelacuran

dan aku tak akan lupa
waktu dimana suara air terdengar
dan hanya hening setelahnya
dikamar
dalam sujud bunda terisak

dan aku tak akan lupa
dalam diam
kucari maaf Tuhan
'tuhan maafkan bunda'
itu dzikirku

kucari maaf Tuhan

------------------------------------------------

menemani ayah
[versi dua, terinspirasi dari mengantar bunda]

aku selalu teringat
ekspresi kaget di wajah ayah
saat tau aku si bungsu terdiam dalam bisu
saat mendengar kata itu
dari bisik bibir ayah suami ibu

pelacur.
dan aku mengerti
arti senyum dan wajah pucat bunda
saat keluar dari rumahrumah mewah
juga belai lembut usap bunda

aku juga ingat
saat menemani ayah di bale rumah
kami berdua terdiam dalam bisu
kini mataku basah entah kenapa

aku tak ingin ingat
disaat kebimbangan memuncak
kemana aku harus memihak
jalan hitam ibu untuk hidup
atau ketidakberdayaan ayah yang abu abu

----------------------------------------------

saat senja tiba
[versi tiga terinspirasi mengantar bunda]

saat itu surya menyentuh di ujung barat
bunda berhias
gincu merah, baju berbelahan dada rendah
serta sepatu berhak tinggi

aku teringat
setitik basah di ujung mata bunda
senyuman manis bunda
'jangan nakal, belajar lalu temani ayahmu'
dan usap di kepalaku
saat melepas bunda pergi di pintu rumah

ayah tak ada disitu

ayah duduk terdiam di teras belakang
menulikan diri saat deru mobil tua meraung menjauh
'ayah kapan pergi kerja?'
'kenapa bunda selalu pergi saat senja tiba?'
pertanyaanku saat itu

ayah terdiam
dan tak ada jawaban
malam itu ayah menangis dalam bisu

'aku menganggur dan bundamu melacur agar dapur tetap ngebul'

aku ikut terdiam
dan tak pernah bertanya
lagi

------------------------------

om YO.... izin posting puisi 'mengantar bunda'nya yah
 
posted by riO! at 11:37 PM | Permalink |


0 Comments:



Visitor Map
Create your own visitor map!